Anak ingusan
Malam begitu indah tapi tak sesuai hati alin yang saat
ini gegana. Karna 1 hari lalu alin
putus dengan sang kekasih Tittt.. Tit… tit.. Suara BBM masuk di Benda yang
kayak nampan itu " lin udah gak sedih tah? Jangan sedih nantik bulan di
pipimu gak terlihat lagi lohh hehehhe" ujar danang di BBM tadi. Alin
menggerutu dalam hati karna perkataan danang . Setalah merangkai kata-kata ia
membalas BBM danang . " heh bulan ku udah pindah ke kamu yo !! Aku udah
gak punya bulan wekz :P " jawab alinn kesal. Meskipun ia kesal dengan
danang tapi danang datang tuk menghibur ke galuannyan. Yang tadi hati alin
gegana 100 % sekarang telah berubah 99,9% menjadi senang.
Pagi hari alin telah bersiap tuk sekolah dengan menunggu di depan rumah dan berangkat bersama
danang. Tak sampai 1 menit danang telah sampai dedepannya. " hey kok
cepet??" sapa alin. "ye alin kan rumah Cuma berjarak 2 rumah aja gak
sampek 1 menit kalik lin " jawab danang sambil betulin rambutnya. "
hahhaha mungkin aja macet :P " jawab alin sewot. Berpincangan alin dan
danang berakhir hingga sekolah. Ia tak 1 kelas dengan danang lebih tepaatnya ia
adek kelas danang. Di depan kela 11-IA7
dyah menghambiri alin. Dia
sahabat alin dan danang dari SMP tapi
sayangnya dyah lebih tua darinya bisa dibilang alin adek kelas dyah. "hayy linn
pagi-pagi udah nyambar cowok aja" sapa dyah sewot. " heh nyambar
cowok ? Igak dehh,, ! Dari pagi Cuma sama danang doang " jawab alin ita
itu. " hadeh alin ya itu maksudku gak peka kamu itu pacarannya sama ……
". Perbincangan terhenti karna bel sekolah berbunyi. Sewaktu masuk kelas
semua pandangan tertuju pada alin . " whats wrong with me?" guman
alin dalam hati. Ketika duduk di kursi
alin di colek oleh teman sebangkunya. " he lin kamu pacaran yah sama
danang" tanyanya sambil mengaruk
kepala." heh apa2an pacaran sama danang ? Gak akan dan gak akan pernah
" jawab alin nyolot. Kabar kabar di kelas 10-IA5 kalau alin pacaran dengan danang. Tak ambil
pusing alin maju kedepan kelas dan berkata kepada semua seisi kelas " hayy
teman2 attantion plies aku gak ada apa-apa sama danang Cuma teman biasa aja gak
lebih gak usah percaya sama gosip murahan gitu" ujar alin panjang lebar.
Teman-teman alin seolah tak peduli dengannya. Mereka malah menertawakan. Kelas
11-IA7 sudah mendengar gosip bahwa alin
sama danang telah menjalin sebuah hubungan. Alin semakin pusing dan tak tau
harus berbuat apa. Danang berdiri di depan kelas dan kelakuan alin yang paling
bodoh ia mengandeng tangan danang seolah remaja yang berpacaran. Gosip itu
semakin menyebar hingga dyah sahabat alin dan danang mendengarnya. Sejak gosip
itu beredar dyah sangat canggung dengan alin. Ia seakan2 tak kenal alin.
Alin kirim DM ke dyah ia mengajaknya hang out
bareng-bareng


Tak ada balasan dari dyah. Dyah seakan tak merespon
semua sms, bbm , dm atau selainnyaa.
Alin mengira bahwa dyah sedang PMS. Ia tak menghiraukan tentang dyah
Sang mentari
telah menyambar dunia. Alin siap tuk berangkat dengan ojek danang. Tin..tin..
Suara klakson sepada danang berbunyi tepat di depan alin " ayo tuan putri
" suruh danang. Alin terpukul malu dan membalasnya hanya dengan seyuman.
Memasuki halaman sekolah semua mata tertuju pada
mereka berdua tapi tak termasuk mata dyah. Alin semakin heran dengan dyah. Ia
terlihat begitu sewot dan tak menghiraukan kedatangan alin. " dyah "
sapa alin di halaman sekolah. Tapi tak ada jawaban darinya. alin meneruskan
sapa'an itu " dyah salamnya ke danang" ujar alin sambil mengeraskan
suara agar dyah mendengar ocohannya tadi. Dyah hanya melihat alin dengan
pandangan kesal .
Waktu begitu lama tuk bel sekolah berbunyi. Alin tak
nyaman dengan perlakuan dyah akhir-akhir ini. Ia menghampirinya di taman
belakang sekolah " dyah kamu kenapa ?? Kalau ada masalah cerita.. "
tanya alin kepo. Dyah tak menjawab tapi alin terus mendesak dyah. " gini
loh lin seumpama kamu punya sahabat
cowok tapi sahabat itu tak mengiraukanmu ia lebih care sama anak yang
masi ingusan, ia lebih terbuka sama anak tadi padahal ia bukan siapa-siapanya.
Apalagi anak ingusan itu teman dekat kita ya seperti sahabat cewek gitu . Kamu lebih memilih perasaanmu yang
suka sahabat cowokmu tadi apa memendam perasaan ini buat menjaga persahabatanmu
dengan sahabat yang ingusan cewekmu tadi" perjelas dyah. " kalau aku
sih mending jaga perasaan ku aja kan
belum tentu yang cewek suka sama yang cowok kan dari pada nyakitin hati diri
sendiri " jawab alin . Belum sempat dyah menjawawab alin bertanya lagi
" emang siapa dy..? Kok gak pernah crita " tanya alin lagak ita
itunya keluar. Dyah udah panas dan ia keceplosan " gimana aku crita ke
kamu lin yang aku maksud tadi itu kamu kok alin " jawab dyah dengan nada
jengkel. Setelah kejadian itu alin
berlari ke kelas dan merasa bersalah. Tak lama Danang menjemput alin ke
kalasnya suara sorak'an teman-teman terdengar begitu keras. Danang mengandeng
tangan alin dan membawanya ke taman belakang . Sebelum danang berbiacara alin
menyambar dahulu " nang udah jangan deketin aku lagi, aku tak tau harus
bicara dari mana, intinya jangan deket aq lagi . " ujar alin dan
meneteskan air mata. " leh kamu kenapa aku ada yang salah kah denganku ??
" tanya dangan dengan ekspresi blo'on. " karena ada yang gak suka
kalau kamu terlalu deket sama aku lebih baik kamu lebih deket sama yang lain
aja aku Cuma anak ingusan yang masi bau kencur." jawab alin panjang lebar.
Setelah itu alin meninggalkan danang dengan berlinangan air mata.



0 comments:
Post a Comment